SUMENEP-Calon wakil gubernur Jatim dari PDI Perjuangan, Said Abdullah menyatakan komitmennya dalam membangun desa. Ia menegaskan, akan menerapkan sistem reward and punishment dalam program desa jempol.
Said mengatakan, program desa Jempol akan dievaluasi setelah dua tahun berjalan. Artinya, jika desa tidak mengalami kemajuan baik dalam pembangunan maupun kesejahteraan, pihaknya akan menurunkan jumlah anggaran dari yang semula Rp. 500 Juta/tahun. Demikian pula sebaliknya, desa yang dinilai berhasil akan diberikan reward dengan kenaikan anggaran hingga Rp.600 Juta/tahun.
“Setiap desa dipastikan menerima Rp. 500 Juta/tahun. Pada tahun ketiga, jika desa tidak maju, maka jumlahnya akan dikurangi sebagai sanksi kepada kepala desa,” tegas Said, Selasa (13/8).
Program desa jempol sendiri, juga menyediakan program untuk pemberdayaan kaum perempuan. Dari Rp. 500 Juta yang disiapkan, sekitar Rp. 150 Juta akan dialokasikan untuk pemberdayaan perempuan di Jatim.
Melalui program pemberdayaan kaum perempuan ini, diharapkan perempuan di Jatim tidak lagi menjadi warga negara kelas dua dan bisa setara dengan kaum pria.
Program desa jempol/Pro Semar (satu desa setengah miliar per tahun) yang ditawarkan pasangan no urut 3 ini, rencananya akan dialokasikan lewat dana APBD Jatim. Program desa jempol akan diberikan kepada 8.400 desa.













