JAKARTA – Anggota DPR RI Bane Raja Manalu meminta pemerintah segera menyelesaikan konflik lahan masyarakat Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Hal itu disampaikan Bane saat menyerap aspirasi dan memberikan bantuan bahan pokok kepada masyarakat Desa Sihaporas.
“Hari ini mereka tidak bisa beraktivitas karena lahan tempat mereka menanam tidak bisa diakses, tanaman dirusak, jalanan diputus, tidak bisa menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan hidup,” kata Bane dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (26/9).
Berdasarkan laporan warga, kata Bane, akses jalan menuju ladang diputus pihak tertentu pada Senin (22/9) malam.
Adapun pada pagi harinya, terjadi bentrokan antara warga dengan pihak pengamanan PT TPL.
Warga yang terlibat konflik merupakan masyarakat adat Sihaporas yang mempertahankan tanah adat dan area ladangnya.
Akibat bentrokan tersebut, puluhan warga terluka fisik dan psikis, belasan kendaraan bermotor milik warga dibakar.
“Ini realita yang mereka alami, negara harus hadir di sini, wilayah ini sudah ditempati warga turun temurun,” ujar Bane.
Menurut Ketua Lamtoras Sihaporas, Mangitua Ambarita, Desa Adat Sihaporas memiliki luas 2.000 hektare.















