JAKARTA-Dewan Penasihat Nasional Unifikasi Damai Korea (National Unification Advisory Council-NUAC) mencari berbagai kebijakan dan terobosan guna mendukung penyatuan Korea di masa depan. Adapun terobosan dan kegiatan yang sudah dilakukan antara lain, gelar budaya hingga soal ekonomi dan bisnis.
“Kita mengajak anak-anak muda, kaum millenial terlibat aktif untuk terus menyuarakan penyatuan Korea. Termasuk di dalamnya mengajak pelaku bisnis Korea yang ada di Indonesia,” kata Presiden The NUAC, Song Kwan Jong yang didampingi Perwakilan NUAC Korea-Indonesia Alia Anindita Kiemas dan Robert Kwon di Hotel Westi, Jakarta, Selasa (12/11/2019).
Seperti diketahui, paska perang Korea 1950, negeri ginseng ini terbelah menjadi Korea Selatan (Republic of Korea) dan Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea-DPRK). “Indonesia dianggap negara netral yang memiliki peran penting dalam upaya penyatuan damai Korea. Sebut saja, kegiatan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang telah menyatukan Korea dalam berbagai cabang olahraga,” tambahnya.
Song-yang terpilih kembali menjadi Presiden NUAC menjelaskan keterlibatan Indonesia terlihat aktif sejak Megawati menjadi Presiden RI ke 5, sejak 2001. “Belum lama ini Megawati mengunjungi Korea Selatan dan Korea Utara. “Megawati bertemu dengan Presiden Korsel, Moon Jae-in saat menghadiri Jeju Forum for Peace and Prosperity ke-12, 31 Mei-2 Juni 2017. Dia menjadi pembicara kunci dalam forum tahunan yang dihadiri 5000 politisi, aktivis NGO dan jurnalis dari 70 negara ini,”paparnya.














