CILEGON-Perusahaan kimia asal Jepang, PT
Asahimas Chemical melakukan perluasan pabrik. Karena itu membangun pembangkit listrik 250 MW pada 2016. “Ekspansi ini didanai dengan investasi US$885 juta atau sekitar Rp12,4 triliun,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam siaran persnya saat mengunjungi mengunjungi pabrik PT Asahimas Chemical di Cilegon, Banten di Jakarta, Sabtu (13/2/2016).
Saleh didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.
Hadir pula Komisaris Asahimas Chemical Benny Suherman, CEO and President Asahi Glass Corp Jepang Takuya Shimamura, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi dan Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.
Realisasi investasi seperti ini, menurut Menteri Saleh, memperkuat optimisme proyeksi sektor manufaktur termasuk kimia dasar menjadi motor penggerak pertumbuhan non migas 2016. “Industri kimia diperkirakan tumbuh 8,5%-8,7%. Pertumbuhan kimia dasar itu terdorong oleh naiknya kebutuhan bahan kimia dari berbagai kelompok industri seperti industri plastik dan semen,” tambahnya.
Industri hulu kimia penghasil bahan baku terus meningkatkan produksi dan menanam modal untuk mendongkrak ekspansi. Pemasaran juga digenjot baik ke domestik dan global yang sekaligus menandakan prospek bisnis di Indonesia semakin cerah.
“Jika industri hulu seperti Asahimas menambah produksi, mengekspor dan membangun pembangkit, itu bukti konkret bahwa aktivitas industri kita berputar,” tuturnya.














