Melalui aksi korporasi ini, ungkap Jefri, SBAT akan menambah tiga unit mesin Open End yang diharapkan proses impor dan instalasi mesin ini bisa berjalan lancar, sehingga bisa mulai berproduksi di awal 2022.
“Selagi menantikan proses penambahan mesin Open End, SBAT berencana menggandeng perusahaan textile di Jawa Tengah agar dapat mempercepat proses produksi benang,” imbuhnya.
Dia menyampaikan, kerjasama dengan perusahaan di Jawa Tengah tersebut dengan cara menyewa pabrik untuk membuat benang yang menjadi bahan baku pembuatan handuk.
“Dengan kerjasama ini, SBAT berharap dapat terus menciptakan benang unggulan yang diminati pasar dan terus menambah market share ekspor, terutama ke Bangladesh yang produk-produknya akan diekspor ke AS,” tutur Jefri.













