JAKARTA-Bank Andara memperoleh pinjaman dana dari dua lembaga keuangan internasional, Citi Indonesia dan Overseas Private Investment Corporation (OPIC) guna mendanai pertumbuhan dan strategi pembiayaan mikro.
Adapun kesepakatan pinjaman itu senilai US$18,5 juta
President Director Bank Andara, David Yong, mengatakan perjanjian fasilitas kredit ini membuktikan dukungan dan kepercayaan yang kuat OPIC dan Citi Indonesia kepada Bank Andara dalam melaksanakan misi Penyertaan Keuangan (Financial Inclusion) melalui penerapan model Wholesale Financial Institutions (LKM) secara eksklusif.
“Indonesia merupakan negara berkembang yang saat ini menjalani pertumbuhan yang pesat di sektor pembiayaan mikro,” ujarnya.
Diakui David, meski sektor keuangan mikro di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Namun Bank Dunia memperkirakan hanya 9% dari orang Indonesia yang mengakses pinjaman dari lembaga formal pada tahun lalu.
“Selain itu, karena kurang dari 50% penduduk Indonesia saat ini tak memiliki akses ke sistem keuangan,” ungkapnya.
Oleh karena itulah, lanjut David, Bank Andara secara unik menekankan pada akses pendanaan dan teknologi inovatif serta pelatihan kepada institusi keuangan mikro dan perbankan di daerah agar dapat melayani nasabah yang semakin banyak dan dan dapat mencapai jangkauan yang lebih luas dari para pesaing.













