Menurutnya, kredit usaha mikro Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) berada pada Rp 19 triliun pada akhir tahun 2014.
Sementara itu, jumlah kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp 20 triliun pada akhir tahun 2014.
Secara total, kredit Danamon untuk segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) berkontribusi sebesar 28% dari seluruh kredit Danamon.
Kredit untuk segmen komersial mencapai Rp 15 triliun pada akhir tahun 2014 dan kredit untuk segmen korporasi mencapai Rp 17,5 triliun.
Pembiayaan perdagangan atau trade finance Danamon membukukan pertumbuhan sebesar 26% pada Desember 2014 dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 24,8 triliun.
Pada akhir Desember 2014, kredit otomotif melalui Adira Finance mencapai Rp 49,6 triliun, atau tumbuh sebesar 3% dibandingkan pada akhir Desember 2013.
“Hal ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan dan kompetisi yang lebih ketat pada industri pembiayaan kendaraan,” tuturnya.
Dalam hal kualitas aset, jelasnya, rasio kredit bermasalah (Gross Non-Performing Loans/NPL) berada pada posisi yang terjaga pada 2,3% pada akhir tahun 2014, sementara rasio biaya kredit berada pada posisi 2,8%.
“Pada akhir tahun 2014, Danamon telah memulai beberapa inisiatif untuk meningkatkan daya saing dan profitabilitas dengan fokus terhadap peningkatan produktivitas dan layanan kepada nasabah,” kata Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim.













