“Inisiatif-inisiatif ini termasuk perubahan pada model bisnis mikro Danamon, yang terdiri dari pendekatan yang lebih terpusat pada nasabah serta operasional back office yang terpadu dan didukung oleh sistem automasi,” jelasnya.
Danamon membukukan pertumbuhan pada giro dan tabungan (current accounts and savings/CASA) sebesar 10% dibandingkan akhir tahun 2013 menjadi Rp 58 triliun.
Dengan pertumbuhan ini, giro dan tabungan berkontribusi sebesar 49% dari total dana pihak ketiga Danamon.
Deposito atau time deposit tumbuh sebesar 4% menjadi Rp 60 triliun.
Dengan demikian, total pendanaan Danamon, yang mencakup CASA, deposito, dan dana jangka panjang (long term funding), tumbuh sebesar 4% pada akhir tahun 2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 146 triliun.
Pada tanggal 31 Desember 2014, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau regulatory loan to deposit ratio (LDR) mencapai 92,6%, membaik dibandingkan 95,1% pada akhir Desember 2013.
Sementara itu, rasio kredit terhadap total pendanaan Danamon secara konsolidasi (consolidated loan to total funding) berada pada posisi 85,9% pada akhir Desember 2014 dibandingkan 87,4% pada periode yang sama tahun lalu.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi Danamon berada pada posisi 17,9% sementara CAR standalone berada pada posisi 18,2% pada akhir Desember 2014.













