Proyek ini akan dilaksanakan dalam waktu lima tahun, dimulai dengan pelaksanaan proyek pada tahun 2020 dan berakhir pada tahun 2024. Pelaksanaan proyek didanai oleh Bank Dunia sebesar Rp3,75 Triliun (USD 250 juta).
“Kerja sama sektor pendidikan madrasah dengan Bank Dunia ini menambah semangat baru kami untuk menjadikan madrasah bisa bersaing secara global dengan pendidikan lainnya,” sambung Menag.
Disampaikan Menag, ranah pendidikan madrasah di Indonesia unik serta mendapat partisipasi dan animo yang tinggi dari masyarakat.
Salah satu alasannya karena pendidikan madrasah mengusung Islam yang ramah dan inklusif.
“Kurikulum pendidikan madrasah itu mengusung Islam yang ramah, inklusif dan menghargai perbedaan. Kami juga sudah melakukan upaya digitalisasi madrasah agar bisa beradaptasi dengan dunia yang semakin digital,” ujar Menag. .
“Program digitalisasi madrasah sangat penting. Kalau ini tidak dilakukan maka madrasah bisa menjadi layaknya dinosaurus, besar namun punah. Jadi kami terus mendorong madrasah untuk bertransformasi secara digital selain meningkatkan sarana dan infrastruktur lainnya, ” lanjut Menag.
Dalam pertemuan tersebut, Menag Yaqut juga mengungkapkan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag saat ini tengah menyiapkan rencana berdirinya Cyber Islamic University.













