Ia berharap Kemenag dan Bank Dunia juga dapat berkerja sama dan bersinergi terkait program tersebut.
“Saya kira program yang sudah disiapkan Bank Dunia sejalan dengan program Kementerian Agama khususnya program digitalisasi,” kata Menag.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Satu Kahkonen mengaku senang dengan penjelasan Menag Gus Yaqut yang akan agresif menindaklanjuti program kerja sama digitalisasi madrasah dengan Bank Dunia.
“Kami senang dengan upaya agresif dari Bapak Menteri Agama terkait program digitalisasi madrasah bersama Bank Dunia. Pasalnya hingga saat ini penyerapan proyek kerja sama ini baru berjalan 6 persen. Artinya ada 94 persen lagi yang belum terserap,” ujar Satu Kahkonen.
“Kami berharap diskusi ini dapat berlanjut dengan aksi nyata dari Kementerian Agama dan Bank Dunia dalam percepatan dan akselerasi program digitalisasi madrasah. Kami akan segera rapat teknis dengan jajaran serta menyusun jadwal pertemuan dengan tim anda untuk mempercepat program digitalisasi Kemenag, ” tandasnya.
Turut mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani, Direktur KSKK Madrasah A. Umar dan Sesmen Thobib Al Asyar.
Pertemuan secara virtual Menag dengan Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia tersebut membahas program kerjasama yang tengah berjalan dan akan berjalan di tahun 2021.













