BALI-Pemerintah didesak segera mengambil langkah cepat guna menyelamatkan perekonomian masyarakat Bali.
Salah satu caranya, mewajibkan Bank Himbara memberikan berbagai pogram penyelamatan ekonomi Bali dengan melakukan langkah afirmatif.
“Termasuk perpanjangan masa relaksasi dan restrukturisasi utang, serta memberikan seringan-ringannya dan bahkan langkah pemutihan utang, terutama untuk UMKM,” kata Anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Parta dalam diskusi virtual (zoom meeting) bersama ASITA, Stakaholder Pariwisata, pelaku UMKM dan Direktur Utama BNI, Royke Tumilar, Jumat (22/4/2022).
Lebih jauh Parta-sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ekonomi Bali hingga saat ini masih mengalami kontraksi.
Karena industri pariwisata Bali belum pulih benar.
Berdasarkan data BPS, data kunjungan wisata 2022, pada Januari 143.744 wisatawan, lalu Pebruari 2022 yaitu 18.455 wisatawan.
Bandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, pada Januari 2019 mencapai 1.201. 735 wisatawan, sedang Pebruari yaitu 1.243.996 wisatawan.
“Jadi kedatangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara masih sangat jauh dari jumlah ideal,” ujarnya.















