Lanjutnya, kinerja solid ini juga tercermin dari pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) segmen korporasi sebesar Rp 324 triliun, dengan komposisi CASA mencapai 81% atau senilai lebih dari Rp 262 triliun hingga September 2025.
Selain itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) segmen corporate tetap terjaga di level rendah 0,38%.
Pencapaian itu disertai cost of credit yang menurun menjadi 0,07%, menandakan fundamental bisnis korporasi Bank Mandiri yang semakin kuat dan efisien.
Dari sisi profitabilitas, segmen Corporate mencatat pendapatan bunga (interest income) sebesar Rp 27 triliun, tumbuh 10% YoY.
Sehingga, net interest income dari segmen ini mencapai Rp 10 triliun yang berkontribusi 36% terhadap laba konsolidasi Bank Mandiri.
Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan manajemen risiko yang sehat.
Berkat kinerja tersebut, Bank Mandiri kembali mengukir prestasi dengan meraih penghargaan prestisius Indonesia’s Best Corporate, Investment and Wholesale Bank 2025 dari The Asian Banker (TAB) Global.
Penobatan itu diberikan dalam ajang World’s 100 Best Corporate, Investment and Wholesale Banks Ranking 2025 di Frankfurt, Jerman, yang menilai keunggulan institusi keuangan dunia dalam memberikan solusi perbankan komprehensif bagi nasabah korporasi dan institusi.















