JAKARTA-PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BBMI) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue maksimal 39,81 miliar Saham Seri C, dengan harga pelaksanaan senilai Rp30 per lembar.
Berdasarkan Prospektus Ringkas BBMI yang dikutip di Jakarta, Kamis (18/11), dana yang diperoleh melalui rights issue tersebut —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam rangka kegiatan pembiayaan syariah dan mendukung pertumbuhan bisnis BBMI.
“Setelah dana hasil PM-HMETD VI diterima perseroan, maka dana tersebut akan diklasifikasikan ke dalam Modal Inti (Tier-1) perseroan dan merupakan bagian dari struktur permodalan Bank Muamalat. Dana hasil PM-HMETD akan langsung digunakan oleh perseroan,” demikian disebutkan dalam prospektus BBMI.
Pada pelaksanaan rights issue ini, setiap pemegang sepuluh saham yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) BBMI pada 22 Desember 2021 pukul 16.00 WIB, berhak atas 39 HMETD.
Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Seri C seharga Rp30 per lembar.
Perlu diketahui, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) selaku pemegang saham utama BBMI telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya, yakni sebanyak 31.234.031.443 saham baru Seri C atau senilai Rp937,02 miliar.














