JAKARTA, BERITAMONOTER.COM – Kinerja perbankan nasional dalam aspek keberlanjutan menunjukkan tren positif menurut Indonesian Working Group on Forest Finance (IWGFF).
Pernyataan ini tertuang dalam Indeks Investasi Hijau III 2025, sebuah laporan independen yang menilai kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environment, Social and Governance (ESG) dari 13 bank nasional dan asing yang beroperasi di Indonesia.
IWGFF menyebut, hasil penilaian tahun ini menandai pergeseran signifikan. Untuk pertama kalinya sejak indeks diluncurkan pada 2018, bank-bank nasional unggul di sebagian besar kategori, sehingga menggeser dominasi bank asing yang sebelumnya konsisten berada di papan atas.
Namun di balik capaian tersebut, IWGFF menegaskan masih terdapat persoalan krusial, terutama lemahnya standar red flag lingkungan dan kehutanan yang seharusnya menjadi alarm dini dalam pembiayaan berisiko tinggi.
Dalam Indeks Investasi Hijau III 2025, sejumlah bank nasional mencatat skor tinggi dan masuk kategori “Sangat Bagus”.
Bank Panin, misalnya menempati posisi teratas dengan skor 90, disusul Mandiri (86,7), BCA (85,1), BNI (84,5), SBM Indonesia (84,5), CIMB Niaga (84,5), BSI (83,2), BRI (82,3), dan Danamon (83,2).














