JAKARTA-Bank OCBC NISP merayakan hari jadinya yang ke 73 tahun pada Jumat (4/4). Hal ini menandakan eksistensi OCBC NISP semakin kokoh di percaturan perbankan nasional. ”Berawal dari kota Bandung, Bank OCBC NISP didirikan pertama kali dengan nama Nederlandsch Indische Spaar en Deposito Bank (NISP). Sebagai bank keempat tertua di Indonesia, Bank OCBC NISP fokus menjaga kepercayaan dari seluruh nasabah dan stakeholdernya dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan khususnya di bidang retail. ”Atas nama seluruh keluarga besar Bank OCBC NISP, kami ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh nasabah dan stakeholder atas dukungan dan kepercayaannya selama ini yang telah menjadikan Bank OCBC NISP sebagai bank yang senantiasa bertumbuh kembang selama 73 tahun. Kami berharap Bank OCBC NISP dapat terus mendukung kemajuan pembangunan perekonomian di Indonesia” ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP di sela-sela acara syukuran HUT di Jakarta, Jumat (4/4).
Berhasil melewati masa-masa krisis ekonomi Indonesia antara lain di tahun 1997, yang merupakan krisis perbankan terburuk di dunia versi World Bank adalah salah satu pencapaian yang membanggakan bagi Bank OCBC NISP. Bahkan pada masa tersebut Bank OCBC NISP ada di dalam kategori bank yang tidak perlu masuk dalam program pemerintah untuk memperkuat permodalan. Pencapaian demi pencapaian berhasil dibuktikan oleh Bank OCBC NISP hingga di akhir tahun 2013 aset Bank OCBC NISP mencapai Rp 97,5 triliun, menempatkan Bank OCBC NISP sebagai bank swasta terbesar ke-7 di Indonesia.













