Jika BOPTN tetap dianggarkan oleh pemerintah, maka hal itu tidak berdampak terhadap kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) atau biaya kuliah.
“Kami akan berjuang agar UKT tidak dinaikkan, karena itu akan memberatkan para mahasiswa,” ungkap Lalu Ari.
Politisi asal Dapil NTB II itu juga memastikan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak terkena efisiensi anggaran.
Anggaran KIP Kuliah yang disiapkan sebesar Rp 14,69 triliun.
“KIP Kuliah merupakan program prioritas dan unggulan Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak menjadi bagian efisiensi anggaran. KIP Kuliah sangat penting bagi para mahasiswa,” kata mantan Anggota DPRD NTB itu.
Lalu Ari mengatakan, dirinya juga akan memperjuangkan agar semua beasiswa pendidikan tidak terkena efisien anggaran.
Baik Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan beasiswa dosen dan tenaga pendidik dalam dan luar negeri.
“Beasiswa itu sangat dibutuhkan para mahasiswa, terutama beasiswa on going yang sekarang dinikmati para mahasiswa,” pungkas alumnus STT Telkom Bandung itu















