Ketut juga berharap ke depan Pemda dapat menyerap jagung sebagai cadangan jagung pemerintah di luar cadangan beras pemerintah.
“Tujuannya ada dua, pertama kita ingin jaga kekuatan stok, dan yang kedua, kita jaga sedulur petani kita agar harga tidak jatuh pada saat panen raya. Nah, disinilah pentingnya penyerapan hasil panen untuk stok CPP,” ungkapnya.
MoU antara Bulog NTB dengan para peternak PPN ini merupakan komitmen di mana Bulog akan mengoptimalkan penyerapan jagung petani, dan menyalurkan ke PPN untuk memenuhi kebutuhan jagung pakan ternak ayam di wilayah Jawa.
Dalam MoU tersebut, disepakati Bulog akan mengirim 1.300 ton jagung pipilan kering kepada Koperasi PPN.
“Kami menyambut baik kerja sama itu mengingat potensi jagung sangat besar di Nusa Tenggara Barat. Semoga kerjasama ini memberikan manfaat dan keberlanjutan. Apa yang kita lakukan malam ini tiada lain untuk mengantarkan kebaikan bagi kita semua” kata Kepala Bulog NTB Raden Guna Dharma.
Senada, Ketua Presidium PPN Yudianto Yosgiarso mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah dan semua pihak dengan jalinan kerja sama yang terbangun ini.
Ia menyebut kontribusi jagung pakan mencapai 50 persen dari biaya produksi industri peternakan.














