“Saya menugaskan dua orang dari Bappenas yakni Pak Taufik dan Pak Sukmo untuk selanjutnya melakukan komunikasi intens membentuk gugus tugas bersama,” ujar Rachmat lagi.

Guru Besar bidang Kewirausahaan di IPB itu mengakui bahwa Bappenas merupakan “dapur” yang berperan sebagai perencana dan penyedia konsep pembangunan, bukan sebagai pelaksana proyek.
“Jadi betul ini sebagai dapur, namun saya hanya sebatas chef-nya saja, sedangkan juru masaknya ada pada deputy masing-masing,” tuturnya.

Menurut Rachmat, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memuat 17 program prioritas presiden mencakup rencana pembangunan di berbagai sektor serta langkah-langkah berupa Program Hasil Terbaik Cepat/ Quick Wins sejumlah 8 program.
Keseluruhan upaya tersebut diformulasikan untuk menjawab permasalahan serta tantangan utama secara cepat, tepat, dan terukur guna menciptakan struktur yang kokoh dalam menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan nasional.
Disisi lain, Menteri Pambudy juga menyinggung soal program MBG yang tidak hanya penting untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.













