“Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas generasi penerus, terutama di daerah -daerah yang selama ini masih menghadapi tantangan akses gizi seimbang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua umum DNIKS Effendy Choirie mengapresiasi rencana pembentukan gugus tugas kesejahteraan sosial sebagai tindaklanjut dari diskusi tersebut.
“Dengan adanya gugus tugas tersebut, maka DNIKS akan mengajak semua elemen yang ada, baik Orsosnas, BK3S, LKKS, Pengusaha dan para filantropi untuk terlibat aktif,” terangnya.
Lebih jauh Gus Choi menambahkan baik DNIKS maupun Bappenas harus terus melakukan kolaborasi dan sinergi untuk saling menguatkan, sehingga sasaran kesejahteraan sosial dicarikan solusinya secara bersama-sama.
“DNIKS tidak bisa sendiri, begitupun pemerintah tak bisa bekerja sendirian mengatasi masalah sosial,” ungkapnya.
Gus Choi menyoroti masalah kemiskinan yang belum bisa terselesaikan secara signifikan oleh pemerintahan sebelumnya.
“Nah, mumpung Presiden Prabowo memiliki perhatian serius terhadap masalah kemiskinan. Maka DNIKS-Bappenas harus solid memikirkan strateginya,” tuturnya.













