TANGERANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin), meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap aktifitas kepelabuhan di pelabuhan Bakaheuni dan Merak, Banten selama periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean meninjau langsung persiapan pengawasan Natal dan Tahun Baru di pelabuhan yang menghubungkan pula Jawa dan Sumatera itu.
Ditegaskannya, peningkatan pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyelundupan barang ilegal, baik berupa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, maupun produk pangan yang dapat membahayakan ekosistem dan kesehatan masyarakat.
“Hal itu dilakukan dalam rangka tindakan pengawasan dan penindakan karantina serta pencegahan penyelundupan komoditas baik hewan, ikan, maupun tumbuhan,” ungkapnya Kamis (12/12/2024).
Sahat memastikan seluruh fasilitas karantina yang ada di pelabuhan ini, termasuk petugas dan peralatan deteksi, untuk mencegah masuknya komoditas yang bisa merusak ketahanan pangan, serta ekosistem yang ada di Indonesia.
Menjelang libur Natal dan Tahun baru kali ini pihaknya memprediksi adanya peningkatan arus penumpang dan barang melalui Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Berdasarkan data dari PT. ASDP Indonesia Ferry, volume penumpang di kedua pelabuhan tersebut diprediksi mencapai lebih dari 3 juta orang selama periode Nataru tahun ini.















