JAKARTA-PT Barata Indonesia (Persero) yang memproduksi komponen kereta api, pengecoran dan komponen pembangkit listrik mencatatkan nilai ekspor dua kali lipat pada 2019. Nilai ekspor Barata Indonesia berhasil menembus angka 31 juta dolar As (kurs rupiah Rp14.000).
”Komitmen ekspor tersebut akan tetap kami tingkatkan guna menguatkan posisi perusahaan di industri manufaktur nasional,” kata Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Rabu (18/12/2019).
Ekspor tersebut diperoleh dari dua Divisi Barata Indonesia, yakni Divisi Industri Komponen dan Pemesinan melalui produk Foundry (Pengecoran) yaitu komponen Kereta Api, serta Divisi Pembangkit yang melakukan ekspor komponen Pembangkit Listrik.
Tahun sebelumnya divisi foundry Barata Indonesia melakukan ekspor ke negara – negara Amerika Utara seperti Amerika Serikat, Meksiko dan juga Kanada. Sementara Divisi Pembangkit lebih variatif karena melakukan ekspor ke berbagai negara di dunia.
Nilai ekspor sebesar 31 juta dolar AS pada 2019 tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2018 yaitu pada angka 16 juta dolar AS.
Melonjaknya nilai ekspor perusahaan membuktikan bahwa produk manufaktur tanah air juga mampu bersaing dan tidak kalah dengan produk – produk manufaktur mancanegara.














