Misi perdamaian di Kongo, lanjut Fardin, memiliki karakter tersendiri dibandingkan dengan rotasi-rotasi sebelumnya.
“Kebetulan kami pernah melaksanakan beberapa kali misi yang ditunjuk oleh Indonesia, baik misi Lebanon maupun misi Monusco. Pada misi Monusco ini memang agak sedikit terjadi perbedaan, karena konflik yang terjadi di daerah Kongo merupakan konflik antarsuku, di mana pasukan-pasukan tersebut dibangun oleh milisi karena ketidakpercayaan satu dengan yang lain. Kami harapkan kehadiran kami di sana dapat membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Latihan pra-keberangkatan, menurutnya, telah mempersiapkan pasukan untuk menghadapi situasi yang kompleks di lapangan.
“Kami melaksanakan kegiatan latihan di bawah TNI. Saya rasa cukup memberikan pembekalan kepada kami, kepada prajurit yang akan bertugas di lapangan tentang hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan. Kami juga akan terus berpegang teguh kepada SOP, ROE, ditambah lagi kami juga akan membawa nama baik, menciptakan kehidupan yang lebih baik di daerah misi,” kata Fardin.
Menutup pernyataannya, Kolonel Fardin menegaskan bahwa pasukan Garuda membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo: semangat “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”















