Tokoh-tokoh tersebut seperti Mahfud MD, Zannuba Arifah Chafshoh atay Yenny Wahid, Muhyiddin Arubusman dan kader lainnya. Mereka dinilai Barikade Gus Dur adalah tokoh nasional yang sangat potensial dan telah banyak berjasa terhadap perjalanan PKB. “Mereka tentu sangat layak untuk dicalonkan sebagai Ketum PKB. Selain itu, beberapa kader muda seperti Imam Nahrowi, Hilmy Faisal Zaini, dan M. Lukman Edy juga layak menggantikan Muhaimin,” angkap Priyo.
Karena itu, Barikade Gus Dur akan sangat prihatin kalau Muktamar PKB Surabaya ini ternyata hanya sebagai seremoni dan hanya untuk mengukuhkan kekuasaan Muhaimin Iskandar. Apalagi sampai menghapus struktur Dewan Syuro selaku dewan etik yang dipegang oleh para ulama dan kiai NU. “Tidak etis dan bahkan kurang ajar kalau sampai dewan syuro dihapus. Mengingat Gus Dur bersama para ulama sebagai pendiri dan deklarator PKB agar PKB tetap dalam garis perjuangan NU, yaitu memperjuangkan akhlakul karimah, keadilan, kebenaran, kesejahteraan rakyat dan menjaga NKRI. Bukan alat untuk meraih kekuasaan, memperkaya diri-sendiri dan kedepankan politik pragmatis,” tutur Priyo lagi.
Dengan demikian lanjut Priyo, seharusnya Muktamar PKB itu sesuai dengan AD/ART PKB dan secara resmi mengembalikan Gus Dur pada posisi sebagai Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB dengan mencabut keputusan yang memberhentikan Gus Dur dari jabatan Ketua Umum Dewan Syura. “Sebagai penghormatan kepada Gus Dur, Muktamar PKB sebaiknya mengukuhkan Gus Dur sebagai Ketua Akbar Dewan Syura PKB.













