Ia mengungkapkan, peti jenazah Kardinal Ayuso dibawa dari Rumah Sakit Gemelli di Kota Roma, Italia, sekitar pukul 13.30 waktu Vatikan, dan kemudian dibawa masuk ke dalam Basilika Santo Petrus.
Tampak hadir pula dalam Misa Requiem, sekitar 20-an orang keluarga terdekat almarhum Kardinal Ayuso yang datang langsung dari Sevilla, Spanyol.
Pada akhir Misa Requiem, lanjut Padre Marco, Paus Fransiskus memberkati peti jenazah yang langsung diikuti dengan ritus penutupan.
“Selanjutnya peti jenazah dibawa keluar dan disemayamkan di sebuah tempat di Kota Roma, untuk menunggu proses legalitas dokumen sebelum dapat diterbangkan ke Spanyol,” jelas Padre Marco.
Doa Anak-Anak Panti Asuhan
Sementara itu dari Ganjuran, Suster Krispiani CB mengungkapkan bahwa Panti Asuhan Elizabeth yang berada di kompleks Gereja Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merasa kehilangan atas meninggalnya Kardinal Miguel Ayuso, pada Senin sore (25/11/2024).
“Kami para suster, karyawan dan utamanya anak-anak Panti merasa sangat kehilangan mengingat momen kunjungan beliau ke tempat kami Februari tahun lalu,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Sr Krispiani, begitu mendengar kabar duka tersebut phaknya berinisiatif untuk menggelar ibadat arwah.














