Menteri Basuki mengatakan, peristiwa banjir bandang di Sentani, Papua baru-baru ini yang mengakibatkan korban jiwa dan ribuan orang mengungsi, salah satu penyebabnya adalah perilaku dari manusia. “Banyak terjadi bencana terkait Hidrometeorologi dikarenakan lingkungan dan air. Kepada anak muda yang punya inovasi dan kreativitas bagus jangan lupa untuk menjaga lingkungan dan air,” ujarnya.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan peringatan HAD dimaksudkan untuk menegaskan kembali bahwa pemecahan masalah terkait air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, seperti program pembangunan 65 bendungan, irigasi, instalasi pengelolaan air limbah, sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dikerjakan Kementerian PUPR.
Partisipasi langsung dari masyarakat, akademisi, dan swasta untuk ikut menjaga alam juga diperlukan. “Melalui kegiatan ini, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melibatkan para anak muda generasi milenial atau generasi Z sebagai peserta lomba Water Day Fest sehingga generasi tersebut lebih peduli akan air,” ujarnya.
Untuk memeriahkan peringatan HAD 2019 juga dilakukan pertandingan Gate Ball yang berlangsung di Halaman Kantor Kementerian PUPR yang diikuti sebanyak 25 tim.(*)














