Usai pertemuan, Menteri Basuki melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek PT. WIKA, yaitu pembangunan 1.700 unit Logement atau Rumah Susun yang berada di Baraki dan El Harrach, Provinsi Alger. Dalam kunjungan lapangan ini, Menteri Basuki menyampaikan bahwa PT. Wijaya Karya telah menunjukkan hasil kerja yang baik, dan mengharapkan kepada seluruh karyawan PT. WIKA di lokasi proyek untuk dapat selalu menunjukkan kinerja yang terbaik. “Kebanggaan bagi Kementerian PUPR melihat kiprah PT. Wijaya Karya di Aljazair. PT. WIKA sebagai rujukan pembangunan infrastruktur di negara ini. Untuk teknis pekerjaan, kualitas pekerjaan tidak perlu diragukan. You are in the right hand, you can sleep well,” ujar Menteri Basuki kepada pemilik pekerjaan.
Menteri Basuki juga membandingkan hasil kerja PT. WIKA dengan pembangunan Grand Mosque yang dikerjakan oleh kontraktor negara lain, dimana hasil pekerjaan PT. WIKA lebih baik. PT. WIKA harus bersiap untuk proyek yang lebih besar selanjutnya. Kepada para pekerja, Menteri Basuki berpesan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga nama baik bangsa Indonesia.
Terdapat empat proyek pembangunan rumah yang tengah dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya di Aljazair dengan total nilai Rp 2,1 triliun dan melibatkan sebanyak 480 orang pekerja. Proyek pertama adalah pembangunan 1.700 unit Logement yang terbagi menjadi 70 blok dengan per blok berjumlah 25 unit bangunan terdiri dari 5 lantai. Proyek bernilai Rp 629 miliar dimulai pada September 2017 dan ditargetkan selesai dalam 24 bulan dimana progresnya telah mencapai 20%.














