Perbaikan jembatan dilakukan dengan memasang jembatan rangka baja tipe Garuda Paksi A-50 dengan bentang 50 meter yang didatangkan dari Gudang Peralatan Kementerian PUPR di Cibinong. Anggaran perbaikan sekitar Rp 11 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT. Brantas Abipraya. Besar tonase yang diijinkan melintas sebesar 45 ton.
Selain di Pulau Jawa, Menteri Basuki juga mengatakan telah menugaskan seluruh Pejabat Eselon 1 di Kementerian PUPR untuk mengecek kesiapan jalan nasional yang akan digunakan sebagai jalur mudik di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. “Saat ini sudah saya terima laporannya, salah satunya yakni Jalan lintas timur Sumatera kondisinya cukup baik dan siap dilalui. Kementerian PUPR siagakan tim tanggap bencana dalam antisipasi keadaan darurat berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.
Untuk Jalan Tol dapat dilalui dari Merak ke Pasuruan sepanjang 995 Km, dimana 760 km telah operasional dan sisanya 235 Km telah fungsional. Diantara beberapa titik kritis karena adanya pekerjaan konstruksi yang belum selesai dan telah disiapkan Plan B, seperti di Jembatan Kali Kenteng (500 m) di Ruas Salatiga – Kartasura dan Jembatan Kali Kuto (100 m) di Ruas Batang – Semarang.













