Menteri Basuki menyatakan, secara umum pekerjaan konstruksi akan dihentikan sementara sejak H-10 Lebaran. Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga menyiapkan fasilitas dukungan lainnya di ruas tol berupa 26 mobil toilet unit, 30 mobil tinja, 4 toilet kabin dan 47 mobile reader serta fasilitas top up kartu tol di sejumlah rest area.
Mendengar penjelasan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lazarus yang memimpin rapat menyatakan DPR optimis bahwa pelaksanaan mudik Lebaran 2018 dapat lebih dari tahun sebelumnya. Namun demikian, kekompakan dan kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas seluruh pihak yang terlibat agar Mudik Lebaran 2018 ini dapat berjalan lebih nyaman, aman dan selamat.
Hadir pula dalam Raker yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Korps Lalulintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Dirut PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Aryani, Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto, dan Direktur Jalan Tol PT Hutama Karya Bambang Pramusinto.
Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, Kepala BPSDM Lolly Martina Martief, Direktur Pembangunan Jalan Achmad Gani Ghazali Akman dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)













