Namun dari seratusan warga Jakarta, yang mendapat kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan Basuki sebanyak 21 orang. Jumlah sebesar itu, dikarenakan keterbatasan waktu. 
Dari 21 orang yang mendapat kesempatan berkomunikasi langsung dengan calon gubernur bernomor urut 2 ini, hanya sepuluh orang yang benar-benar menyampaikan apa yang menjadi persoalan mereka sebagai warga Jakarta.
Sisanya, sebelas orang hanya menyampaikan dukungan politik mereka kepada Basuki. Di antaranya warga dari Kepulauan Meranti Riau, warga dari Kalimantan Timur, alumni SMP Negeri 3 Pematang Siantar, Sumatera Utara, dan Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan Nasional yang berada di 33 Provinsi, serta seorang perempuan asal Jawa Tengah yang bekerja di Singapura pada satu perusahaan kelapa sawit, Asia Plantation Capital Berhad, Yasmin Shayk.
Yasmin mengatakan kedatangannya ke Rumah Lembang tidak lain ingin memberi dukungan moril kepada Calon Gubernur Basuki. “Saya kebetulan pas ada konferen di Jakarta, tetapi tidak apa-apa telat, karena saya ingin langsung bertemu dengan Pak Basuki, dan memberikan dukungan penuh. Saya berasal dari Jawa Tengah,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Yasmin, Syaifudin, Warga Kalimantan Timur yang juga memberi dukungan poltik dan morilnya kepada Basuki yang lebih popular di panggil Ahok oleh warga Jakarta ini.














