Meskipun tidak memilih karena bukan wagha Jakarta, Syaifudin menyampaikan rasa simpati kepada Basuki yang sedang dizalimi.”Ini ujian dari Allah, “pak Ahok jangan mundur, Pak Ahok harus tetap maju. Karena pak Ahok harus menjadi contoh buat Jakarta dan naik tingkat menjadi contoh yang baik buat Indonesia,” harapnya.
Sedangkan, sepuluh warga Jakarta yang menyampaikan permasalahan keseharian yang mereka hadapi berkisar soal tempat tinggal, gaji guru, kemacetan, sampah, dan satu persoalan pasar. Persoalan tempat tinggal yang disampaikan oleh warga Gempol Kemayoran yang hingga kini sarana jalannya rusak dan becek ketika turun hujan yang juga belum dibenahi.
Sebagai Cagub Nomor urut 2, yang statusnya juga masih sebagai gubernur, Basuki menjawab keluhan tersebut dengan mengingatkan warga Gempol Kemayoran itu bahwa yang ditempati mereka adalah tanah Negara. “Ibu tinggal di atas Tanah Negara itu sudah menyalahi aturan,” terangnnya.
Karena itu, jalan keluarnya saran Basuki, warga mau direlokasi ke Rusun. Apalagi, Basuki mengaku telah meminta untuk disediakan tanahnya untuk dibangun Rusun. “Dan bayar uang Rp 300 ribu perbulan. Itu jangan diartikan mahal karena anak ibu ke sekolah mendapat angkutan bus dan gratis, belanja daging murah hanya Rp 35 ribu perkilo,” tuturnya.














