Selain itu, untuk menghadirkan akses yang lebih dekat bagi para investor, Batavia menjalin kerja sama erat dengan 36 mitra strategis (Agen Penjual Efek Reksa Dana/APERD) yang mencakup 19 bank, 10 fintech, dan 7 sekuritas.
Lilis menceritakan, “Logo baru Batavia terinspirasi dari rantai yang merupakan simbol kepercayaan dan integritas yang menjadi fondasi hubungan kami dengan para investor dan mitra APERD.
Setiap mata rantai melambangkan kesinambungan dan ketangguhan, yang kami bangun melalui pengalaman, keahlian, dan nilai-nilai kearifan sejak 1996. Dengan bentuk yang dinamis, logo ini juga menegaskan semangat maju dan transformasi, menandakan kesiapan Batavia untuk melangkah ke masa depan dengan visi yang lebih modern,” terangnya.
Hingga akhir Agustus 2025, Batavia membukukan pertumbuhan total AUM yang sehat, diantaranya pertumbuhan AUM reksa dana yang kuat, yaitu sebesar 3,9% YTD.

Kenaikan ini terutama ditopang oleh reksa dana pasar uang yang tumbuh 14,5% YTD.
Tak hanya itu, reksa dana indeks saham dan reksa dana syariah berbasis efek luar negeri juga mencatatkan kenaikan yang solid, yaitu sebesar 206,7% dan 13,2% secara berurutan.
Portofolio investasi Batavia terjaga sehat dengan komposisi yang berimbang, terdiri atas 39% efek ekuitas, 34% instrumen pasar uang, dan 27% efek bersifat utang.
Dari sisi investor, kontribusi segmen institusi seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, yayasan, dan korporasi sebesar 57% dan segmen ritel sebesar 43% mencerminkan basis investor yang luas, beragam, dan berkesinambungan.
“Dalam upaya mendorong akselerasi pertumbuhan bisnis di masa depan, kami telah menyiapkan berbagai langkah strategis, diantaranya perluasan jalur distribusi, pengembangan produk investasi untuk berbagai segmen investor, edukasi finansial berbasis teknologi, serta ekspansi bisnis melalui pendirian DPLK, dengan tujuan agar para investor dapat terus grow and prosper with Batavia,” pungkasnya














