Dikatakan Hery, pemerintah mestinya harus lebih kreatif lagi. Disiplin fiskal mesti dijalankan, utang luar negeri dikurangi, dan penerimaan dari pajak dan dividen (keuntungan) BUMN mestinya bisa dimaksimalkan. “Apalagi, sebelumnya mereka telah disuntik dengan PMN triliunan rupiah. Lalu, apa manfaatnya uang triliunan rupiah itu ke BUMN, kalau ujung-ujungnya merugi dan setelah itu dibela mati-matian dengan menaikkan harga BBM. Ini aneh bin ajaib dan hanya terjadi di Pemerintahan Jokowi-Kalla,” imbuhnya. **














