Namun, kata Mucharom, untuk mematangkan pengembangan ekowisata Hutan Organik Megamendung ini juga terdapat dua faktor lain, yakni amenitas dan aksesibilitas yang akan dibantu oleh BBNI.
Pengelola Hutan Organik Megamendung, Yuhan Subrata mengatakan, pengembangan ekowisata diharapkan bisa menarik lebih banyak kehadiran masyarakat yang ingin mengetahui pengelolaan lahan kritis menjadi kawasan hijau.
Dengan dana pemberdayaan eko wisata dari BBNI, Yuhan optimistis dapat membawa pengunjung dan menciptakan daerah ekonomi baru yang mampu membantu kelestarian wisata sekaligus ekonomi masyarakat.















