Royke menilai, industri perbankan cukup terbantu oleh industri FMCG yang memiliki kualitas kredit terjaga dan bahkan terus menyerap kredit secara konsisten.
“Fasilitas pembiayaan ini menunjukkan komitmen BNI untuk meningkatkan pembiayaan pada sektor manufaktur, seperti pada industri makanan dan minuman. Terlebih, sektor ini menjadi salah satu dari lima sektor prioritas pemerintah dalam implementasi ekonomi sirkular,” paparnya.
Lebih lanjut Royke menyampaikan, BBNI sebagai bank internasional memiliki solusi keuangan lengkap untuk membantu GOOD yang sejauh ini mampu menembus pasar ekspor ke 26 negara, terutama di Asean, China dan India.
“Kami juga memiliki basis data pelaku usaha internasional lengkap, yang nantinya Garudafood bisa lebih meningkatkan penetrasi luar negeri,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama GOOD, Hardianto Atmadja menyambut baik komitmen dan langkah proaktif BBNI untuk membantu akselerasi kinerja perseroan di tengah masa pemulihan ekonomi.
“Kami berterima kasih kepada BNI, karena telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam pengajuan kredit investasi untuk keperluan refinancing dari kredit sindikasi yang sudah ada,” ucapnya.
Hardianto mengatakan, GOOD optimistis bisa mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir 2021 dan mampu mengalami peningkatan di 2022.















