SLI selaku salah satu pemegang saham utama BBSI akan melaksanakan seluruh haknya, yaitu sebanyak 37.055.246 HMETD, serta akan mengambil porsi HMETD dari SAI, yakni sebanyak 6,5 juta HMETD.
PT Finaccel Teknologi Indonesia (FTI) selaku salah satu pemegang saham utama BBSI akan melaksanakan seluruh haknya, yaitu sebanyak 112.288.627 HMETD.
Sedangkan, Sundjono Suriadi akan melaksanakan seluruh haknya, yaitu sebanyak 56.144.313 HMETD dan juga akan mengambil porsi HMETD dari SAI, yakni sebanyak 6 juta HMETD.
Tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD pada 2 Desember 2021, distribusi HMETD akan dilakukan pada 3 Desember 2021, pencatatan di BEI diharapkan bisa dilaksanakan pada 6 Desember 2021 dan periode perdagangan selama kurun 6-10 Desember 2021.
Rencananya, seluruh dana hasil PUT II —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan oleh BBSI untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah.














