Dalam kunjungan tersebut, Queen Máxima menyampaikan apresiasinya karena program ini menunjukkan inovasi sederhana dapat berdampak positif.
Selain meninjau pengelolaan sampah yang dikonversi menjadi tabungan pengurang cicilan KPR, Queen Máxima juga melihat langsung hunian rendah emisi yang dibiayai dengan KPR Subsidi BTN.
Lebih lanjut Nixon menyampaikan, kemampuan keluarga Indonesia mengelola sampah rumah tangga dapat berkontribusi terhadap keringanan cicilan per bulan.
“Kalau angsurannya sekitar Rp1,1–1,2 juta per bulan, nasabah bisa menabung dari sampah rumah tangga sekitar Rp100–200 ribu per bulan. Ini sekaligus membantu negara, bumi dan lingkungan agar lebih bersih dan green,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Risk Management BBTN, Setiyo Wibowo menegaskan, keberhasilan program hunian berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesehatan finansial debitur.
Menurut dia, kemampuan menabung dan memiliki dana darurat merupakan elemen penting agar nasabah tetap mampu memenuhi kewajiban kredit.
“BTN mendorong para debitur untuk menjaga kemampuan menabung. Mereka harus memiliki dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga,” ujar Setiyo sembari menjelaskan bahwa BBTN menyediakan tabungan bulanan dengan sistem autodebet, sekaligus mengintegrasikannya dengan program menabung berbasis sampah bernilai ekonomis melalui kemitraan dengan Rekosistem














