Untuk periode yang berakhir 31 Maret 2024, BBYB mencatatkan manfaat pajak senilai Rp202 juta, sehingga bank digital ini bisa meraup laba bersih periode berjalan sebesar Rp14,23 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2023 yang menderita rugi bersih Rp68,4 miliar.
Per 31 Maret 2024, jumlah ekuitas BBYB tercatat Rp3,62 triliun atau mengalami kenaikan 9,04 persen (year-to-date).
Adapun total liabilitas hingga akhir Kuartal I-2024 sebesar Rp15,29 triliun atau meningkat 2,96 persen (y-t-d), dengan jumlah dana pihak ketiga (DPK) Rp14,21 triliun atau bertumbuh 5,65 persen (y-t-d).
Pada akhir Kuartal I-2024, aset BBYB tercatat Rp18,91 triliun atau bertumbuh 4,07 persen (y-t-d), dengan total penyaluran kredit senilai Rp9,4 triliun atau melorot 12,8 persen dibandingkan dengan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp10,78 triliun












