JAKARTA,BERITAMONETER.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI)menilai, pengembangan instrumen investasi berbasis prinsip syariah terus menunjukkan progres signifikan, seiring dengan peningkatan kebutuhan investor terhadap produk yang aman, transparan dan sesuai kaidah syariah.
Menurut Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya yang dikutip Selasa (11/11), industri pasar modal nasional sedang berada pada fase strategis dalam memperkaya ragam instrumen keuangan berbasis aset, terutama yang mampu memperkuat pendalaman pasar dan menopang pembangunan ekonomi jangka panjang.
Nyoman menegaskan, keberagaman instrumen menjadi kunci pertumbuhan industri, sehingga pasar modal harus mampu menghadirkan produk investasi yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga inklusif, sehingga dapat menjangkau investor ritel maupun institusional yang semakin membutuhkan alternatif diversifikasi portofolio.
Saat ini salah satu perkembangan terbaru di industri adalah pencatatan perdana produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) di BEI.
Produk KIK EBA Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (BJLB1), yang dikelola PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menjadi salah satu contoh perluasan instrumen investasi berbasis aset syariah.














