JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penerapan fitur baru maupun mekanisme baru pada sistem perdagangan dalam upaya meningkatkan likuiditas transaksi yang sejalan dengan komitmen penyelenggaraan perdagangan saham yang teratur, wajar dan efisien.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur BEI, Laksono Widodo di Jakarta, Senin (6/12) dalam konferensi pers virtual “Implementasi Penyesuaian Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas (Pre-Closing) dan Penutupan Kode Broker”.
Laksono menyebutkan, terdapat empat fitur baru sistem perdagangan Bursa yang diterapkan, yaitu penyesuaian mekanisme pre-opening dan pre-closing, penambahan fitur market order, perpanjangan waktu perdagangan di pasar negosiasi dan penutupan informasi kode broker pada informasi post trade yang didistribusikan selama sesi perdagangan.
Penyesuaian mekanisme pre-opening dan pre-closing ini dilakukan dengan penambahan fitur informasi Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV).
“Investor dapat menggunakan indikator ini untuk mengetahui perkiraan harga pembukaan dan penutupan berdasarkan harga dengan volume terbanyak yang dapat dipertemukan,” ujarnya.
Pada sesi pre-closing, lanjut Laksono, terdapat fitur tambahan, yaitu Random Closing dengan waktu penutupan di hari perdagangan Bursa akan dilakukan secara acak.















