JAKARTA-Komunikasi antara pihak Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan dengan partai politik (parpol) Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah terbangun selama ini.
Namun komunikasi ini dibumbui dengan adanya sejumlah persyaratandari kedua parpol tersebut yang bisa terjebak dalam “koalisi dagang sapi” yang sarat dengan kepentingan temporal.
Sedangkan Ganjar Pranowo sendiri ingin membangun kerjasama antar partai-partai yang berasas pada kepentingan rakyat yang tetap teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Jadi bukan dengan menekan siapa cawapresnya, berapa jatah menterinya dan lain-lain yang berorientasi pada kepentingan kekuasaan semata,” ujar Ketua Umum Ganjarian Spartan Ganjar Pranowo, HM Guntur Romli di Jakarta, Minggu (13/8).
Guntur menegaskan, selama belum ada pendaftaran resmi Capres-Cawapres, maka yang disebut dengan koalisi parpol sebenarnya masih sangat cair dan situasional.
Ini artinya, belum ada koalisi yang solid, karena semuanya ini bisa dilihat sebagai akrobat-akrobat politik untuk mengirimkan kesan dan pesan.
“Bisa jadi koalisi yang ada sekarang nantinya bubar, dan terbentuk koalisi baru,” ulasnya.
Karena itu kepada para pendukung Ganjar Pranowo, khususnya para spartan Ganjar Pranowo agar tidak terpengaruh oleh intrik-intrik politik atas nama deklarasi dan koalisi ini.
Sebab segala hal bisa terjadi untuk ke depan.
“Tetap semangat, solid dan terus melalukan aksi-aksi nyata untuk terus menyapa rakyat demi kemenangan Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2024,” pungkasnya.














