JAKARTA-Presiden Joko Widodo menekankan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Untuk itu, Presiden menginginkan agar kebijakan belanja APBN dilandasi dengan semangat peningkatan efisiensi. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas mengenai jenis-jenis belanja APBN pada Jumat, 30 September 2016, di Kantor Presiden, Jakarta. “Kebijakan belanja APBN harus diarahkan kepada peningkatan efisiensi dan penajaman belanja barang untuk meningkatkan ruang fiskal,” demikian arahan Presiden.
Untuk mencapai peningkatan efisiensi tersebut, Presiden mendorong jajarannya agar mampu menyusun alokasi belanja negara yang lebih produktif. Sebagaimana yang telah disampaikan Presiden pada rapat terbatas 21 September 2016 silam, belanja subsidi yang tepat sasaran merupakan salah satu hal yang kembali ditegaskannya.
“Fokuskan pada peningkatan kualitas belanja yang produktif, belanja yang prioritas, seperti mendorong pembangunan infrastruktur, memberikan perlindungan sosial, penguatan desentralisasi fiskal, dan juga subsidi yang tepat sasaran,” terangnya.
Bila menilik ke belakang, sebenarnya bukan hal yang baru bila Presiden berulang kali menginstruksikan efisiensi kepada jajarannya. Pada April silam misalnya, secara khusus dirinya meminta para menteri untuk tidak menghabiskan anggaran dalam hal belanja yang tidak mendesak.















