JAKARTA-Pemerintah menegaskan tetap fokus pada proyek investasi dalam kerangka Belt and Road Initiative berada di 3+1 koridor ekonomi, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara, serta Bali.
Pemilihan tiga daerah tersebut didasarkan pada lokasi dan potensi yang menjadi kekuatan daerah tersebut. “Sumatera Utara adalah logistic hub terbaik karena berada di Selat Malaka. Kalimantan Utara terkenal akan world-class hydro power resources,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong di sela-sela rangkaian 2nd Belt and Road Forum 2019 di Beijing, China, Jakarta, Jumat, (26/4/2019).
Khusus untuk Sulawesi Utara, kata Tom, jumlah wisatawan asal Tiongkok per tahun yang semula 12.000 di tahun 2014 menjadi 180.000 di tahun 2018. “Hal ini mendorong industri pariwisata dan pembukaan lapangan pekerjaan serta jasa-jasa pendukungnya,” ujarnya
Tom, sebagaimana ia kerap disapa, menilai penyelenggaraan kerja sama Belt and Road akan menghadapi beberapa kesulitan. Namun di balik kesulitan tersebut, kerja sama tersebut tetap penting dijalankan dalam menghadirkan sumber baru bagi perkembangan ekonomi dunia.
“Kerja sama Belt and Road adalah kerja sama yang ambisius dan kompleks. Namun, di balik itu semua, dapat berpotensi menjadi tujuan mulia untuk ekonomi dunia melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan, menghubungkan pelaku ekonomi dunia yang akan berdampak pada peningkatan perdagangan pariwisata dan investasi negara-negara berkembang,” katanya.












