Sementara itu, Martin Hutabarat menegaskan sekarang ini tidak ada lagi pertarungan ideologi politik, karena apapun partainya ideologinya sama-sama untuk kepentingan bangsa, maka kemungkin terjadinya konflik itu kecil. “Justru kalau ada ada tindakan hukum yang diskriminatif terhadap Capres dan elit partai, maka potensi konflik itu bisa terjadi. Namun saat ini, KPK menindak semua elit partai yang diduga terlibat korupsi,”ungkapnya
Menurut Martin, yang bisa memicu konflik adalah masalah ekonomi. Ditambah lagi, banyak pejabat negara yang korupsi, dan elit politik sibuk dengan kepentingannya sendiri, maka hal itu berpotensi memicu konflik.
Martin berharap DPR RI 2014 mendatang, berwajah baru dengan komitmen membela kepentingan rakyat. “Kalau tidak, maka pemilu 2014 akan mengulangi kekecewaan rakyat seperti pemilu 2009 yang melahirkan wakil rakyat yang korup,” tambahnya.
Ketua FPPP MPR RI Irgan Chairil Mahfidz menilai terjadinya konflik selama ini akibat tidak adanya kesiapan kalah. Sehingga semangatnya semua calon harus menang, ditambah lagi masyarakat juga terjebak pada politik transaksional. “Itu akibat kehilangan teladan dan panutan dalam berpolitik, di mana banyak tokoh masyarakat yang mengeluarkan pernyataan seenaknmya yang justru memicu konflik, khususnya di daeragh. Media juga demikian,” ujarnya.













