Ini bagian gawat dalam analisis di bulan Juni 2020. Sekarang lebih parah tentunya.
Sementara kasus Jiwasraya korupsi besar terhadap dana masyarakat, kini muncul korupsi dana Asabri yang tidak kalah besarmya.
Semenatara kasus dana publik lain seperti jamsostek dan taspen, tinggal tunggu waktu, bagai bom waktu. Semua masalah akan menjadi tanggung jawab keuangan negara yakni APBN.
Tapi APBN sedang kosong ini bahayanya. Kalau tahun 2020 hanya kempes. Sekarang tidak ada lagi tukang tambal dan tukang isi angin.
Keadaan buruk jika tidak ada perubahan mendasar adalah BUMN indonesia tahun 2021 akan berguguran satu petsatu jika tidak ditolong APBN.
Padahal APBN tak bisa menolong dirinya sendiri.
Dengan tetap dipaksa membangun infrastruktur yang makngkrak dan dana besar untuk pemeliharaan, ini akan jadi bahaya bagi masyarakat dan konsumen, karena BUMN telah memangkas belanja mereka, termasuk belanja pemeliharaan. Sungguh bahaya ya. Hati hati !
Penulis adalah Pengamat Ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) di Jakarta













