Ketiga, mengembangkan independensi: Kita harus mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan berdasarkan pada pengetahuan dan penilaian sendiri. Beranilah berpikir sendiri (sapere aude), jangan ikut-ikutan pada suara terbanyak dan hanya mengikuti apa yang benar (don’t follow the majority, follow the truth).
Keempat,menerima kritik: Harus membangun sikap kritis dalam suasana penuh keterbukaan hati dan pikiran. Terbuka untuk menerima kritik dan umpan balik guna memperbaiki pengetahuan dan pemahaman.
Rawat terus dan terus kembangkan berpikir kritis, independensi, dan pencarian kebenaran dalam mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik.
Dengan demikian kita tidak terjebak dalam ketaatan buta terhadap juklak para pemegang kekuasaan (politik, agama, ekonomi) tetapi ketaatan kita semata-mata diabdikan pada kebenaran.
Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta














