Selain membahas kerja sama di berbagai bidang, Puan juga mendorong perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Brunei Darussalam.
Ia menekankan agar keberadaan WNI di Brunei, khususnya pekerja migran, harus mendapatkan perlindungan yang baik dari Pemerintah Brunei Darussalam.
“Saya berharap pekerja migran Indonesia di Brunei, menjadi bagian perekat hubungan bilateral kedua negara kita. Melalui peran parlemen, saya mengajak Parlemen Brunei untuk mendorong pemerintah meningkatkan koordinasi terkait pengawasan dan pelindungan tenaga kerja dari Indonesia,” tegas Puan.
Terkait peluang kerja sama Indonesia dan Brunei pada proyek IKN Nusantara, Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengungkap Delegasi Parlemen Brunei dalam pertemuan tersebut mengaku merasa terhormat apabila diajak ikut terlibat.
“Untuk IKN tadi Bu Puan berharap agar Parlemen Brunei bisa mendukung investor dari sana yang tertarik untuk ikut terlibat dalam proyek ini, karena lingkungan IKN itu kan daerahnya sama dengan mereka,” ungkap Arzeti.
Menurutnya, kerja sama Indonesia dan Brunei Darussalam yang telah terjalin selama 40 tahun merupakan bukti kedua negara memiliki kedekatan spesial layaknya saudara.
Arzeti menyebut, Brunei banyak memberi dukungan untuk Indonesia.
“Mereka mensupport apa yang dilakukan Indonesia dan semua yang akan dilakukan ke depannya, jadi kedua negara bisa semakin dekat, saling support. Karena kita masih negara saudara di ASEAN,” tutupnya.












