Presiden juga berpesan, agar bantuan yang sudah diperoleh dari program Mekaar tidak dipakai untuk beli baju baru, apalagi handphone. “Hati-hati, hati-hati,” ucapnya mengingatkan.
Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya para penerima bantuan Mekaar bisa disiplin, mengangsur tepat waktu, disiplin, sampai nanti 25 minggu, lunas.

“Kita harapkan disiplin semua lunas, tambah lagi di level atas, tambah lagi, terus gitu, disiplin terus,” kata Presiden seraya menambahkan, pemerintah ingin membiasakan disiplin mengangsur, disiplin mencicil setiap minggu tetapi usahanya juga berkembang.
“Kita inginkan itu. kalau dulu warungnya, tadi segini, kalau sudah ditambahi misalnya 4 juta, warungnya jadi segini, jadi berkembang. Atau dulu warungnya segini, jualannya hanya separuhnya, nah sekarang jualannya menjadi penuh. Itu yang kita harapkan. Jangan dulu warungnya segini, sudah setahun saya kunjungi segini lagi, tetep segini, barangnya juga tetap segini. Ini namanya tidak benar, tidak berkembang,” sambung Presiden Jokowi.
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direksi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).














