Politisi senior PDI Perjuangan ini melanjutkan demokrasi harus dijaga, sebab harganya sangat mahal.
“Kita tidak ingin cita-cita reformasi tenggelam setelah berjalan 25 tahun ini. Sebaliknya, PDI Perjuangan memiliki semangat untuk menjaga demokrasi ini tegak, bukan dari sekedar kata-kata tanpa makna, namun praktik demokrasi subtantif berjalan senyatanya,” terangnya.
Karena itu, lanjut Said, peran partai seperti PDI Perjuangan dan Nasdem, dan semua partai punya tanggungjawab menjaga demokrasi.
Kerisauan sejumlah guru besar, aktivis, dan pegiat demokrasi atas kemunduran demokrasi belakangan ini harus dijawab oleh partai-partai, bukan dengan gimmick tetapi tindakan yang kongkrit.
“Saya kira salah satu kerangka yang pas untuk meletakkan dasar kerjasama PDI Perjuangan dan Nasdem adalah menjawab kegusaran publik atas kemunduran demokrasi ini. Termasuk mengajak segenap elemen demokrasi lainnya,” pungkasnya.












