Sebab, kegiatan itu besar kemungkinannya akan membuat kekebalan kelompok atau herd immunity dalam beberapa waktu ke depan.
Apalagi kini, pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi di berbagai wilayah di tanah air.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta, vaksinasi massal COVID-19 yang dilakukan di berbagai tempat dapat dilakukan dengan cepat.
Oleh karena itu, diperlukan partisipasi bupati dalam mengawasi secara ketat penyelenggaraan program nasional di atas.
“Pastikan proses vaksinasi ini berlangsung dengan cepat,” pinta Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Para bupati harus secara aktif ikut mengawasi dengan ketat penyelenggaraan vaksinasi massal COVID-19 di daerahnya. Sehingga, vaksin COVID-19 yang diberikan kepada penduduk di wilayah tersebut dapat sesuai dengan kebutuhannya.
“Dengan adanya pengawasan tersebut maka penyelenggaraan vaksinasi dari mulai ketersediaan vaksin hingga vaksinator dapat berjalan lancar,” tuturnya.
Berikut ini jumlah pasokan vaksin COVID-19 yang telah diterima Indonesia dalam bulk maupun vaksin jadi.
Pertama, 1,2 juta dosis Sinovac bentuk jadi pada 6 Desember 2020.
Kedua, 1,8 juta dosis Sinovac bentuk jadi pada 31 Desember 2020.
Ketiga, 16,5 juta dosis Sinovac dengan perincian 15 juta bulk/bahan baku ditambah 1,5 juta overfill atau setengah jadi pada 12 Januari 2021.














