Menurut dia, jika ekspor mineral dari Papua, Nusa Tenggara dan Sulawesi sudah kembali normal, maka diharapkan akan ada perbaikan neraca perdagangan. “Kalau terkait rupiah, secara jangka menengah BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk bisa menyikapi perkembangan yang ada. BI juga senantiasa akan merespons dalam bentuk bauran kebijakan, khususnya di makroprudensial,” paparnya.
Dia mengungkapkan, BI juga akan terus berusaha untuk mendorong pendalaman pasar keuangan, agar perekonomian di dalam negeri memiliki daya saing kuat. “Pendalaaman pasar keuangan perlu dilakukan agar kita mempunyai daya tahan yang lebih baik,” katanya















